Mendidik Anak Yang Bandel atau Susah Diatur, Begini Caranya!

Cara Mendidik Anak Yang Bandel atau Susah Diatur – Mendidik anak yang bandel terkadang menjadi hal yang sulit bagi orang tua. Karena, butuh keseriusan dan kehati-hatian agar mereka dapat memaknai apa yang kita ajarkan.

Secara psikologis, sebenarnya tidak ada anak yang terlahir menjadi bandel. Sikap membandel sebenarnya lebih cenderung terbentuk oleh lingkungan dan kurangnya kemampuan orang tua untuk memberikan contoh positif kepada anak.

Cara Mendidik Anak Yang Bandel atau Susah Diatur
Cara Mendidik Anak Yang Bandel – Sumber foto: Istimewa

Oleh sebab itulah, sikap anak yang bandel tidak memiliki parameter baku. Bisa jadi menurut kita bandel, namun menurut orang lain anak kita masih memiliki sikap yang wajar dan bisa di toleransi.

Masalahnya adalah apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mendidik anak yang bandel atau susah diatur, jika kita sudah kadung memiliki buah hati yang memiliki tipikal seperti itu?

Cara Mendidik Anak Yang Bandel atau Susah Diatur

1. Mendidik anak yang bandel butuh kesabaran

Anak yang susah di atur dan membandel harus di didik dengan penuh kesabaran. Kesabaran membantu kita agar kita selalu bisa fokus dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Sikap bandel memang sangat menguji kesabaran para orang tua, namun menjadi sabar tetap menjadi keharusan agar kita bisa menjadi orang tua yang baik.

2. Kenali penyebab mengapa anak membandel

Sikap bandel pada anak biasanya muncul karena sebab tertentu, dan sebagian besar penyebabnya adalah rasa ingin di perhatikan.

Saat seorang anak ingin di perhatikan, biasanya mereka akan menjadi manja. Dan mereka akan berubah menjadi lebih agresif jika sikap manja tidak di acuhkan oleh orang tua. Oleh karenanya, kita sebagai orang tua seharusnya bisa memberikan perhatian dengan jumlah yang cukup, sehingga si buah hati merasa selalu di sayangi ayah bundanya.

3. Selalu berikan nasihat yang baik

Kalimat-kalimat positif selalu memberikan dampak yang baik bagi tumbuh kembang psikologis anak. Dan sebaliknya, hindari untuk menggunakan kalimat-kalimat negatif dalam mendidik anak, misalnya “Ah, begitu aja kamu kok tidak bisa?”, “Kenapa sih kamu susah banget diatur!”, dan sebagainya.

4. Mendidik anak yang bandel menjadi disiplin

Dengan mengajarkan anak menjadi disiplin, secara tidak langsung kita mengajari mereka agar memiliki karakter yang kuat. Tapi ayah dan bunda harus ingat bahwa contoh disiplin yang terbaik adalah disiplin yang di ajarkan dan dicontohkan langsung dari perilaku ayah dan bunda saat dirumah.

Contoh kedisiplinan dasar yang sebaiknya di ajarkan kepada anak misalnya merapikan tempat tidur setiap pagi, meletakkan pakaian kotor ke tempatnya, tertib dalam belajar, bangun pagi tepat waktu, dan sebagainya.

5. Bijak dalam memilih lingkungan tempat tinggal

Tidak dapat dihindari bahwa lingkungan sosial akan ikut membentuk karakter anak-anak yang kita sayangi. Jika perilaku orang-orang di sekitar  lingkungan sosial anak kita tertib dan baik, maka anak juga akan mencontoh perilaku tertib dan baik dari orang-orang tersebut.

Dan sebaliknya, jika anak di didik pada lingkungan yang buruk, maka mereka akan sangat cepat menyerap pelajaran dari lingkungan tersebut.

6. Berikan hukuman yang tepat dan tidak menyakiti perasaannya

Jika harus memberikan hukuman atas apa yang di lakukan oleh anak tersayang, maka kita sebagai orang tua harus memberikan hukuman yang tepat dan proporsional, serta tidak memberikan dampak buruk pada sisi psikologis anak-anak.

Dalam masa tumbuh kembang anak dibawah umur sepuluh tahun, orang tua bisa saja memberikan hukuman seperti mendudukkan anak sambil menghadap dinding di pojokan ruangan, mengurangi uang sakunya (tapi usahakan jangan sampai uang saku mereka menjadi kurang), dan sebagainya.

Jangan memberikan hukuman dalam bentuk bentuk fisik yang berlebihan, karena hal ini malah akan memperburuk situasi emosional pada anak-anak.

7. Berikan mereka apresiasi

Tidak semua hal bandel adalah hal yang buruk. Ada banyak hal yang di anggap “bandel” oleh orang tua, padahal sebenarnya hal tersebut membawa dampak baik bagi mereka.

Salah satu contoh adalah kebiasaan mencoret-coret dinding. Anak-anak yang mulai mencoret-coret dinding sebenarnya sedang belajar untuk menjadi kreatif. Alih-alih memarahi mereka, sebaiknya ayah bunda membelikan atau membuatkan papan tulis yang bisa mereka coret-coret sesuka hati.

Simpulan

Masa anak-anak adalah masa terpenting dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang anak di masa yang akan datang. Ayah dan bunda sebaiknya bisa menggunakan masa krusial seperti ini untuk membantu si kecil menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan memahami cara-cara mendidik anak yang bandel atau susah di atur, diharapkan orang tua bisa mengambil langkah dan tindakan yang tepat agar perkembangan kecerdasan intelektual dan emosionalnya bisa berjalan secara seimbang.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *