Kenali Bahan-Bahan Kimia Berbahaya di Dalam Mobil Anda!

kenali-bahan-bahan-kimia-berbahaya-di-dalam-mobil-anda

Kenali Bahan-Bahan Kimia Berbahaya di Dalam Mobil Anda! – Selama ini gudangcara.net sudah banyak memaparkan berbagai macam informasi tentang mobil – dari modifikasi sampai dengan tips menjual mobil dengan harga yang tinggi.

Nah, untuk melengkapi referensi sobat tentang mobil, kali ini redaksi gudangcara.net akan mengangkat topik tentang keselamatan dan kesehatan di dalam mobil. Tahukah sobat bahwa di dalam mobil kadang-kadang di temukan zat-zat atau residu bahan kimia yang bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan pengemudi dan penumpang mobil?

kenali-bahan-bahan-kimia-berbahaya-di-dalam-mobil-anda

Artikel kali ini bukan dibuat untuk menakut-nakuti sobat. Artikel ini ditujukan agar bisa memberkan informasi tambahan dan kita semua memiliki awareness atau kewaspadaan, karena mobil yang baru di beli atau mobil bekas kadang-kadang bisa mempengaruhi kesehatan pemiliknya.

Residu berbahaya di dalam mobil? Bagaimana mungkin?

Mempunyai mobil baru pasti menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, karena bisa memberikan prestise dan kepercayaan diri. Tidak heran, banyak orang yang sangat senang dengan “aroma” atau “bau” di dalam kabil mobil baru. Aroma memiliki ciri khas tersendiri.

Tapi apakah sobat tahu bahwa kadang-kadang aroma di dalam kabin mobil baru ini bisa jadi dihasilkan oleh residu atau senyawa-senyawa kimia yang di gunakan pada saat mobil tersebut dirakit oleh pabrik.

Senyawa kimia yang di gunakan di industri otomotif banyak yang bersifat karsinogen, alias bisa menyebabkan kanker. Bahkan beberapa bahan kimia yang di gunakan saat perakitan mobil bisa memiliki dampak kesehatan secara langsung.

Kenali Bahan-Bahan Kimia Berbahaya di Dalam Mobil Anda!

#1. Phthalate

Phthalate sering di gunakan pada industri otomotif untuk melunakkan bahan-bahan plastik, terutama pada bahan plastik untuk kompartemen interior di dalam mobil. Residu phthalate bisa di temukan di berbagai macam bagian mobil, dari dashboard sampai dengan plastik yang melapisi body mobil. Dari berbagai studi ilmiah, ditemukan bahwa senyawa ini bisa mempengaruhi kinerja kelenjar endokrin.

#2. Polybrominated diphenyl ethers (PBDEs)

Polybrominated diphenyl ethers merupakan senyawa kimia yang sering di gunakan pada dunia industri agar produk yang di hasilkan tidak mudah terbakar. PBDEs banyak terdapat di jok / kursi mobil, karpet, dan dashboard. PBDEs bersifat karsinogen dan bisa terakumulasi di dalam darah, lemak, dan air susu ibu.

#3. Asbes

Asbes merupakan substansi kimia yang merupakan penyebab kanker. Kanker yang di sebabkan oleh substansi asbes di sebut dengan mesothelioma. Substansi asbes banyak di temukan pada mobil-mobil yang sudah berumur tua. Oleh karena itu, asbes bisa mempengaruhi kesehatan para pencinta atau montir muscle car.

Selain itu, asbes juga dapat dengan mudah di temukan pada beberapa sparepart mobil, misalnya sparepart rem, gasket, kopling, dan sebagainya. Terlalu banyak terpapar dengan asbes dapat meningkatkan resiko terkena mesothelioma – kanker paru-paru yang parah dan bisa menyebabkan kematian.

#4. Senyawa kimia lainnya

Selain 3 senyawa kimia di atas, di dalam mobil juga sering di temukan acetone, benzena, dan toulene. Senyawa-senyawa ini menguap ketika terpapar panas terlalu lama. Oleh karena itu, jika sobat memarkir mobil di tempat yang terkena sinar mata hari langsung, sebaiknya hindari untuk langsung memasukinya.

Di berbagai negara sudah banyak lahir regulasi yang di buat agar paparan kimia berbahaya di dalam mobil bisa di tekan, sehingga mengurangi dampak buruknya kepada penumpang. Honda, misalnya, saat ini memiliki komitmen untuk mengurangi penggunaan kimia berbahaya pada mobil dan sparepart mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *